Saturday, June 03, 2006

 

Mengapa Orang Gagal di Bisnis Pemasaran Jaringan?


Oleh : Dini Rahma Shanti

"The First and the most important step towards success is the feeling that we can succeed" ~ Nelson Boswell~


Semua jenis bisnis memerlukan waktu untuk sampai pada tahap kesuksesan. Berapakah waktu yang wajar sebelum sampai saatnya kita menentukan kita telah gagal? Apakah 6 bulan? Satu tahun atau mungkin lima tahun?

Tidak ada patokan pasti, berapa waktu yang perlu kita siapkan dalam merintis suatu bisnis. Tiga tahun mungkin adalah waktu yang dianggap cukup untuk sebagian orang. Apa yang bisa kita harapkan dalam tiga tahun tersebut?

Belajar sesuatu membutuhkan waktu. Belajar secara fisik kadang memerlukan waktu lebih lama dari belajar secara mental. Awalnya, mungkin akan susah untuk kita mempersiapkan diri kita untuk memutuskan memulai berbisnis, sekali kita sudah memutuskan, butuh waktu lebih lama lagi untuk belajar menjalankan bisnis itu sendiri.

Dalam memulai suatu bisnis, kita harus memastikan dulu bahwa tujuan kita adalah untuk menjadi seorang pelaku bisnis, perolehan uang banyak dalam waktu singkat tidak bisa dijadikan tujuan awal dalam memulai suatu bisnis, mengapa?

Ada seorang teman saya yang berhenti bekerja kantoran dan mulai mencoba macam-macam bisnis. Dia ingin sekali menjadi seorang pemilik bisnis, dia tidak mau selamanya menjadi karyawan yang tergantung sepenuhnya pada perusahaan tempat dia bekerja. Dia ingin dapat memiliki uang banyak sekaligus waktu luang untuk menikmati uang tersebut.

Baru setelah 6 bulan mencoba menjalankan bisnis, teman saya itu tidak mendapatkan pendapatan seperti yang dia inginkan. Lalu dia mulai mencari lowongan kerja kantoran lagi.

Apa yang salah? Teman saya itu berpatokan pada uang yang didapat. Dia tidak mendapat uang yang dia harapkan dalam waktu 6 bulan, lalu dia memutuskan bahwa dia telah gagal berbisnis. Sikap ini tidak bisa disamakan dengan mereka yang mempunyai alasan kuat untuk menjadi pelaku bisnis.

Jika seseorang sudah memutuskan untuk tidak mau selamanya menjadi karyawan dan sudah mengerti bahwa itu berarti dia harus memulai suatu bisnis sendiri, uang yang dia hasilkan dalam 6 bulan pertama itu tidak akan mempengaruhi dia untuk lalu memutuskan kembali bekerja kantoran.

Jika keinginan untuk menjadi pelaku bisnis lebih kuat dari sekedar mencari uang cepat, maka dia akan tetap bertahan demi membawa bisnis nya kearah kesuksesan.

Makin banyak usia kita, makin sulit kita melupakan hal-hal yang telah kita pelajari sekian lama. Inilah sebabnya teman saya tadi itu lebih memilih untuk kembali bekerja kantoran. Karena dia sudah lama merasakan terjaminnya hidup dengan bekerja kantoran, dan kenyamanan hidup yang diakibatkannya. Sementara dia baru memiliki 6 bulan pengalaman dalam berbisnis. Inilah salah satu alasan kenapa banyak orang akhirnya kembali ke dunia kantor, walaupun mereka tahu, itu tidak baik untuk mereka dalam jangka panjang.

Jadi punya bisnis mahal donk? karena kita tetap harus punya uang untuk kehidupan sehari-hari? Benar, harus ada harga yang dibayar selain dalam bentuk materi, seperti waktu dan mental yang kuat. Apalah artinya pengorbanan untuk hidup dibawah garis standard kita dalam beberapa tahun pertama, bila akhirnya kita dapat mencapai kesuksesan sejauh pendapatan yang tak terhingga dan waktu luang yang tak terbatas?

Beruntunglah mereka yang saat ini masih menjadi pekerja kantoran, tetapi sudah terbuka pikirannya untuk memulai suatu bisnis. Mereka dapat mengandalkan uang gaji bulanan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara mereka merintis bisnis mereka. Pada masa-masa ini, pengorbanan waktu yang sangat diperlukan. Pulang kerja, masih harus menjalankan bisnis lagi. Capek memang, tapi bukankah ini jalan yang terbaik?

Tetap bekerja kantoran sambil mulai merintis bisnis adalah cara yang terbaik, hanya bila si pelaku menyadari benar bahwa tujuan utama adalah untuk membesarkan bisnisnya. Sehingga, apapun yang terjadi, dia tidak akan meninggalkan bisnis dan berpasrah diri untuk terus menjadi karyawan seumur hidupnya.

Dalam prosesnya, lalu anda perlu untuk dapat melupakan kenyamanan dan keterjaminan kerja kantoran. Sehingga pikiran anda makin terbuka lebar untuk menerima masuknya diri anda ke dunia bisnis. Sampai pada saatnya, setelah proses yang demikian panjang, anda akan mendapatkan diri anda telah berada pada posisi seseorang yang memiliki jiwa wirausaha.

Hal penting yang harus kita ketahui adalah bahwa dalam proses mencari jiwa wirausaha itu akan terjadi banyak kerugian dan kesalahan didalamnya. Kerugian bukanlah akhir dari segalanya. Kesalahan adalah proses dari suatu pembelajaran. Anda belajar dari kerugian, dari kesalahan yang anda buat. Ini juga bisa diartikan: Anda tidak belajar jika tidak pernah merugi / buat salah.

Kegagalan baru benar-benar bisa disebut kegagalan ketika anda memutuskan untuk berhenti setelah anda menghadapi kerugian anda atau telah melakukan kesalahan dan tidak memperbaikinya. Orang yang berhenti setelah melakukan kesalahan pertama berarti orang tersebut telah gagal untuk belajar.

Kesimpulan dari tulisan di atas adalah satu alasan utama mengapa orang gagal dalam bisnis network marketing. Mereka lebih menginginkan untuk memiliki uang banyak dalam waktu cepat daripada menginginkan dirinya untuk menjadi seorang pelaku bisnis.

Bisnis network marketing merupakan satu jenis bisnis yang memberikan berbagai kemudahan bagi kita. Sistem yang sudah terbentuk, modal yang kecil, dan dapat dijalankan dalam paruh waktu. Apakah anda siap untuk berkomitmen menjalankan bisnis network marketing anda demi membawa diri anda menjadi seorang pelaku bisnis? Tanpa komitmen, tanpa tujuan yang benar, berarti anda tidak memberikan kesempatan pada diri anda untuk menemukan 'jiwa wirausaha'.

 

Apakah Multi Level Marketing itu?


Oleh : Prana

Multi-level marketing adalah jalur alternatif bagi perusahaan untuk mendistribusikan produk dan jasanya ke pasaran (jalur distribusi yang lain termasuk supermarket, toko retail, door to door sales dan lain-lain).

Kenapa perusahaan memilih MLM untuk mendistribusikan produknya ?

Ada beberapa alasan :

1. Biaya overhead yang rendah
Tidak seperti perusahaan retail, perusahaan MLM tidak perlu mengalokasikan dana yang besar dalam advertising untuk menarik customer. Sebagai penggantinya, dana dialihkan untuk memberikan komisi bagi distributor untuk memasarkan produk ke customer. Selain itu, perusahaan hanya perlu memberikan komisi bagi distributor berdasarkan hasil, yaitu dari persentasi dari produk yang terjual.

2. Biaya overhead distribusi yang rendah
Typical distribusi melalui retail menggunakan serangkaian regional, negara, kota, dan retailer lokal untuk mendistribusikan barang-barang. Masing-masing perlu mendapatkankeuntungan dan melakukan mark up harga dari barang.

Jalur distribusi non MLM
manufacturer –> transporter –> wholesaler –> retailer –> advertisers –> customers

Jalur distribusi MLM
manufacturer –> representative –> customer

3. Tingkat pertumbuhan yang tinggi
Perusahaan MLM yang diatur dengan baik bisa berkembang dengan tingkat pertumbuhan 20%, 50%, bahkan 100% tiap bulan

4. Tim sales dan marketing yang termotivasi.
Ada banyak sekali produk yang membanjiri pasaran. Dibutuhkan dana marketing yang besar untuk bisa memperoleh tempat di customer. Selain itu banyak produk yang membutuhkan penjelasan yang rinci dibandingkan dengan yang dapat dilakukan di iklan TV selama 30 detik.

Bagi perorangan, MLM bisa memberikan kesempatan untuk mempunyai sumber penghasilan tambahan yang jika disertai dengan kerja keras, bisa menjadi sumber penghasilan yang cukup significant.

Bagaimana Caranya ?

MLM adalah tentang “banyak orang melakukan bagiannya masing-masing yang sedikit”. Dalam MLM, Anda tidak hanya mendapatkan komisi dari hasil penjualan Anda secara langsung namun juga secara tidak langsung. Anda mendapatkan juga komisi dari hasil penjualan orang yang Anda bawa ke perusahaan dan juga dari hasil orang yang orang tadi bawa, dan juga dari hasil penjualan dari orang terakhir yang dia bawa …

Dengan mendapatkan persentasi hasil dari banyak orang, penghasilan Anda can berkembang sampai hasil yang sangat besar.

Jika Anda mendapatkan 5 orang yang serius mengembangkan bisnis dan masing-masing mempunyai hasil penjualan $100 per orang dengan komisi 5%, penghasilan Anda adalah seperti berikut :

Level #people $volume $bonuses
1. 5 500 25
2. 25 2500 125
3. 125 12500 625
4. 625 62500 3125
5. 3125 312500 15625
6. 15625 1562500 78125
7. 78125 7812500 390625

Jadi, jika tiap orang bisa mendapatkan 5 orang, Anda bisa mendapatkan $500,000 per bulan. WOW, mari kita semua bekerja dan menjadi kaya !

Tapi tunggu dulu.Tidak sesederhana itu.

Membutuhkan usaha dan waktu untuk membangun grup dalam perusahaan MLM. Anda pun tidak bisa bekerja sendirian. Anda tidak bisa merekrut 90.000 orang seorang diri. Tiap orang harus mencari 5 atas usaha sendiri dan tidak semua orang mau bekerja untuk mendapatkan 5 orang itu.

Bisa dibilang jarang ada orang yang akan membangun group ideal seperti ini. Beberapa kaki di struktur downline akan tumbuh lebih cepat dari yang lain. Beberapa kaki akan tumbuh dengan lebih lambat. Jika Anda tidak bekerja, Anda tidak akan pernah memulai satu pun kaki yang akan tumbuh sesuai dengan yang Anda inginkan.

Itulah konsepnya. Banyak orang mengerjakan bagiannya yang kecil dan Anda mendapatkan bagian dari setiap orang. Jika Anda mempunyai inisiatif dan etos kerja untuk membangun group tersebut, Anda bisa mendapatkan income yang cukup significant bahkan bisa menjadi kaya.

Yang perlu digarisbawahi adalah MLM bukanlah cara cepat untuk menjadi kaya. Diperlukan KERJA keras dan kebanyakan orang tidak mau mengerjakan hal-hal yang diperlukan. Kebanyakan orang tidak akan pernah menjadi kaya, hanya beberapa saja yang akan berhasil. Walaupun demikian, selama Anda memilih perusahaan yang benar dengan produk dan jasa yang baik, tingkat keberhasilan Anda sepenuhnya tergantung pada Anda.

Apakah MLM adalah penipuan, illegal, tak bermoral?

Ini adalah bagian terbesar dari argumentasi, ketidaksetujuan dan tuduhan yang tidak berdasar tentang MLM. Tidak sedikit yang beranggapan MLM adalah tidak etis dan tidak bermoral. Walaupun demikian secara hukum, MLM dianggap legal, tidak menyalahi aturan moral.

Sebenarnya MLM tidak bisa dikatakan dari sananya baik atau buruk seperti halnya orang memandang sistem bisnis biasa. Bisnis biasa (dunia korporat) bisa dijalankan secara baik dan bisa dijalankan dengan buruk. MLM juga demikian. Ada yg dijalankan dengan baik dan ada juga yang dijalankan dengan buruk. Jadi baik dan buruknya MLM tergantung bagaimana perusahaan didesain dan dijalankan oleh tim manajemen dan tim pemasar di lapangan.

Memang harus diakui ada juga perusahaan MLM yang tidak lebih dari sekadar penipuan, cara cepat menjadi kaya untuk pemilik dan segelintir kroninya. Beberapa di antaranya berusaha memanipulasi hukum dan menghindar dari hukum. Ada juga perusahaan MLM yang mempunyai produk yg sah secara hukum dan sudah berkecimpung dalam bisnis selama beberapa tahun tapi dijalankan secara salah, sedemikian sehingga banyak orang yang menjadi korban. Contoh, orang lanjut usia yangmenginvestasikan uang pensiun untuk membeli barang-barang yang memenuhi garasinya dan seterusnya. Banyak orang tentunya setuju bahwa perusahaan ini, setidaknya distributor yg menjalankan praktek-praktek tidak bertanggung-jawab, sama sekali tidaklah etis.

Sebenarnya ada banyak perusahaan yang dijalankan dengan sah, legal, dan etis. Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai produk-produk yang baik, bermanfaat bagi pelanggan dan memberikan banyak orang peluang untuk memperbaiki kondisi keuangannya.

Kubu Anti MLM sering menyatakan bahwa perusahaan MLM dan distributornya hanya menjual fantasi tidak realistis mengenai potensi penghasilan yang dapat diperoleh kepada prospek, yg pada kenyataannya hanya menggemukkan penghasilan upline. Pandangan ini bisa dimengerti namun mengabaikan satu hal penting yaitu bahwa setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk membangun group atau timnya sendiri seperti halnya uplinenya. Upline sudah bekerja keras, mungkin selama bertahun-tahun, untuk membangun downline yang sekarang memberikan hasilnya bagi upline tersebut. Orang baru mungkin sudah investasikan hanya beberapa ratus dollar dan beberapa jam saja perharinya. Setiap orang memulai dari tempat yang sama, DI DASAR, dan setiap orang punya kesempatan yang SAMA untuk membangun downlinenya sendiri.

Teori Saturasi

Satu-satunya pengecualian mungkin teori saturasi (jenuh). Dalam kasus ini, perusahaan sudah berkembang sedemikian rupa sehingga banyak orang dari distributor aktif yang tertarik untuk merekrut orang baru, sudah bergabung (ini tidak berarti SEMUA orang sudah direkrut). Orang baru akan lebih sulit mencari prospek baru dibandingkan upline yang telah melakukannya beberapa tahun yang lalu. Orang baru ini punya beberapa pilihan bergabung dengan perusahaan yang sudah mapan walaupun sudah mendekati jenuh, pilih perusahaan lain yang tidak punya masalah saturasi, atau menyerah.

Walaupun demikian, orang baru yang bergabung dengan perusahaan yang mapan, akan memiliki banyak alat bantu dan sistem support daripada orang lama yang bergabung di perusahaan tersebut sejak lama. Mungkin juga ada lebih banyak produk, lebih banyak literatur, dan lain-lain. Walaupun orang lama yang bergabung lebih mempunyai pasar yang besar, mereka juga mempunyai fasilitas yang terbatas. Jadi ada kelebihan dan kekurangannya bagi orang yang bergabung duluan dan bergabung belakangan.

Dalam kenyatannya, saturasi ini jarang menjadi masalah. Hanya ada sedikit kasus di mana market benar-benar jadi jenuh. Mungkin saja akan lebih sulit untuk mencari orang baru dalam perusahaan yang besar tapi TIDAK ADA perusahaan dalam sejarah MLM yang berkembang sangat pesat sehingga menghabiskan potensi pasarnya. Lebih banyak orang yang memasuki usia 18 tahun di dunia ini daripada jumlah orang yang bergabung ke semua perusahaan MLM yang ada. Sampai sejauh ini, pertumbuhan MLM belum bisa menyamai pertumbuhan populasi manusia.

Jadi, MLM bisa dikerjakan secara sah, bermoral, tapi MLM bisa juga dijalankan secara tidak etis dan tidak legal.

Apakah merekrut itu salah dibandingkan dengan menjual produk?

Ini adalah pendapat umum mengenai MLM. Di satu sisi, pendapat ini benar. Jika tujuan utama di balik MLM adalah untuk merekrut orang, yaitu jika uang pembayaran waktu bergabung, adalah satu-satunya sumber pembayar bonus, maka tentu saja kegiatan MLM ini tidak benar.

Kubu Anti MLM berpendapat bahwa tujuan utama MLM adalah untuk merekrut orang baru, bukan untuk menjual barang. Yang tidak mereka mengerti adalah MENDAFTARKAN ORANG BARU ADALAH CARA ANDA MENJUAL PRODUK DI MLM. Di samping itu, Anda tetap bisa memperoleh penghasilan walaupun hanya jadi pengecer produk dan jasa yang dijual.

Jika Anda fokus hanya di penjualan, ini bukan MLM, hanya jualan cara biasa. MLM bekerja berdasarkan proses yang berbeda dari sales biasa. Bukannya mencari beberapa orang untuk menjual dalam volume besar sekaligus, Anda mencari banyak orang dan masing-masing menjual dalam volume sedikit (karena tiap orang menjual dalam jumlah kecil, pengunaan pribadi oleh tiap distributor menyumbang peranan penting dari total volume penjualan). Merekrut orang baru dan membangun downline adalah caranya Anda mencari orang-orang yang masing-masing mengerjakan bagiannya dalam proses penjualan. (Perhatikan : SETIAP orang melakukan kontribusi dari total penjualan. BUKAN HANYA orang yang bergabung belakangan. Kontribusi Anda bagi Upline secara perorangan hanya beberapa sampai puluhan dollar). Produk berpindah dari perusahaan ke customer atau distributor. Itulah sumber penghasilan dari MLM yang benar. Hanya cara pendistribusiannya yang berbeda.

MLM bekerja dalam hal yang berbeda dengan cara biasa, walaupun berbeda, hal itu tidak menjadikannya illegal atau amoral atau salah. Hanya caranya saja yang BERBEDA. Seperti halnya franchise berbeda dari retail biasa (franchise pernah dianggap sebagai bentuk penipuan). Franchise bukanlah penipuan, hanya satu bentuk dalam bisnis. Mengacu ke analogi yang sama, MLM berbeda dari retail yang biasa dan franchising, tapibisa menjadi bentuk efektif dalam melakukan bisnis.

Perbedaan piramid dengan MLM

1. ProdukMLM yang benar mempunyai produk yang akan dibeli customer bahkan oleh mereka yang memilih tidak bergabung ke perusahaan MLM tersebut

2. Biaya registrasi yang tinggiPiramid biasanya mempunyai biaya registrasi tinggi untuk menjadi sumber bonus utama bagi upline. MLM yang legal hanya mempunyai biaya registrasi yang rendah (sekitar 50$) untuk starter kit, manual.

3. Janji-janji penghasilan yang tidak masuk akalDapatkan penghasilan $50.000 dalam waktu 90 hari atau chain letter adalah contoh yang bagus. MLM yang benar akan menyatakan bahwa Anda membangun penghasilan berdasarkan kerja keras dan dedikasi.

Jika perusahaan mempunyai produk dan jasa yang bagus dan bonus berasal dari pembelian produk dan jasa tersebut (baik itu dari pembelian berulang atau penjualan ke customer yang baru) Anda bisa yakin bahwa ini bukanlah piramid, tetapi tidak ada yang salah sebenarnya dengan KONSEP BENTUK piramid ini. Bentuk piramid ini kalau digunakan dengan baik dan dalam proporsi yang semestinya merupakan bentuk yang baik.

Piramid adalah struktur yang tertua dan tersolid dalam sejarah manusia.

Setiap perusahaan, sekolah, gereja, masjid, pemerintah, semuanya menggunakan bentuk hierarki yang telah terbukti sepanjang masa dan disebut melalui istilah ’struktur piramid’. Mari kita lihat contoh struktur perusahaan biasa :

Di tingkat teratas ada 1 Direktur UtamaDi tingkat berikutnya ada Wakil Direktur atau Direktur yg lainDi tingkat berikutnya ada Beberapa Division ManagerDi tingkat berikutnya ada lebih banyak ManagerDi tingkat berikutnya ada lebih banyak lagi Asisten Manager/SpvDi tingkat berikutnya ada sangat banyak staff, pegawai biasa.

Di bagian paling atas dari struktur ini adalah beberapa orang sebagai pemilik dan kelompok eksekutif. Di bagian bawah ada banyak orang dengan income yang paling kecil. Sounds familiar ? Yang menentukan besarnya income seseorang adalah orang itusendiri. Tidak ada yang mendapat kenaikan gaji lebih besar selain bos itu sendiri. Akan tetapi, jika wakil direktur atau manager berpenghasilan lebih besar dari direktur utama, apa yang akan terjadi ? Kerancuan, ketidakjelasan.

Hal ini berkaitan erat dengan struktur kontrol sistematis yang disebut pendelegasian. Hanya melalui produktifitas, usaha, dan dedikasi dari banyak orang yang akan memperkokoh perusahaan dan rangkaian produk dan jasanya, namun tetap seseorang harus memegang tampuk pimpinan. Pernahkan Anda bayangkan piramid terbalik di mana ada banyak orang di level atas memberikan perintah ke sedikit orang di bawah, dan bersaing untuk mendapatkan otoritas di antara mereka sendiri ? Jika ada kasus seperti ini apakah akan ada cukup uang untuk didistribusikan sebagai income ? Tentu saja tidak. Tidak ada logika dalam argumen ini.

Semua orang memulai dari bawah dalam struktur piramid tapi MLM memberikan kesempatan yang sama untuk berkembang seperti halnya seorang Boss dalam bisnis biasa. Ini adalah fakta dalam hal income melalui MLM, dan MLM adalah salah satu dari struktur terbaik yang dapat ditemui di dunia korporat.

Apakah MLM dan Network Marketing adalah sama ?

Kebanyakan orang akan mengatakan bahwa dua-duanya sama. MLM adalah istilah yang digunakan sebelumnya dan tampaknya terlanjur mempunyai konotasi negatif dalam pikiran orang. Network Marketing lebih dipilih oleh sebagian orang untuk menetralisir hal negatif tersebut. Beberapa perusahaan menganggap network marketing adalah bentuk khusus dari MLM yaitu menggabungkan jaringan pemroduksi barang/jasa dengan jaringan orang marketing (yaitu distributor).

Bagaimana supaya Anda bisa berhasil di MLM?

0. Yakinlah dengan bisnis pilihan Anda
1. Percaya dengan produk dan jasa
2. Bekerja dengan rajin
3. Bekerja secara konsisten
4. Jangan menyerah

Tiap perusahaan berbeda dan apa yang bekerja untuk satu perusahaan mungkin tidak dapat digunakan di perusahaan lainnya. Anda harus belajar dari upline Anda. Tanyalah apa yang bisa digunakan dan harus dilakukan supaya berhasil. Mintalah bantuan dan petunjuk mereka, mereka tertarik dengan kesuksesan Anda dan ingin Anda sukses.

Walaupun demikian, prinsip-prinsip dasarnya sama di semua perusahaan. Lakukan hal-hal yang setiap distributor perlu lakukan, marketing, distribusi barang, jasa, dan cari orang lain untuk melakukan hal yang sama. Ajari mereka untuk melakukan apa yang telah Anda lakukan.

Duplikasi adalah kunci sukses di MLM. Anda tidak mungkin merekrut seluruh dunia atau menjual sesuatu ke semua orang. Anda hanya perlu mencari beberapa orang yang ingin membangun bisnis, dan menolong mereka melakukannya. Lebih penting lagi, ajari mereka untuk melakukan apa yang seorang distributor harus lakukan dan keluar mencari beberapa orang partner dan ajari orang baru tersebut. Sebelum Anda mengajarkan team Anda untuk mengajarkan apa yang Anda ajarkan ke downline mereka, Anda belum menduplikasi diri Anda sendiri. Ini bukan hanya menduplikasi Anda sendiri tapi melipatgandakan Anda. Cara Anda mengajarkan harus berasal dari hati karena ini adalah bisnis yang menekankan relasi dengan orang.

MLM bisa juga disebut franchise perorangan, tapi secara alamiah Anda pasti berbeda dengan saya. Karena itu bisa jadi Anda beranggapan bahwa Anda tidak bisa menduplikasi diri Anda sendiri ke orang lain. Sebenarnya yang diperlukan untuk duplikasi adalah kesepakatan bersama untuk bekerja mencapai tujuan yang sama yaitu untuk berhasil di MLM.

Kadang-kadang orang menjadi curiga kenapa Anda dalam bisnis ini menjadi bersikap sangat penolong untuk membantu prospek dalam bisnis ini. Anda mungkin ditanya kenapa harus bergabung dengan Anda. Jawaban sejujurnya adalah motif finansial-lah ygmenginginkan downline kita sukses karena kesuksesan downline menjadi kesuksesan kita. Income didapat dari hasil penjualan melalui konsumsi produk, tapi residual income yang sebenarnya -income yang diperoleh tanpa melakukan apa pun berasal dari persentasi kecil dari penggunaan produk yang konsisten. Di sinilah pentingnya cara mengajarkan hal-hal yang penting dalam bisnis ini, menjadi pemimpin dan mentor menjadi sangat penting karena penghasilan dari passive income ini bisa melebihi penjualan langsung yang Anda lakukan. Di sisi lain, prospek harus mengerti dan menyadari arti ‘menggunakan’ tenaga dan waktu dari banyak orang dan ‘digunakan’ oleh yang lain pada saat yang bersamaan.

Jadi tetaplah terlibat dalam bisnis ini. MLM didesain untuk para enterpreuneur. Kecuali Anda punya bakat atau skill yang baik, akan membutuhkan cukup waktu untuk membangun team Anda. Membutuhkan waktu untuk mencari orang yang tepat dan mengajarkan apa yang perlu diketahui. Kadang2 orang terbaik Anda akan menyerah dan drop out. Kadang-kadang kita merasa tertekan, stress, dan ingin menyerah. Jika perusahaan Anda tidak berjalan baik, mungkin Anda harus mundur. Tapi jika perusahaan berjalan dengan baik dan orang lain berhasil, Anda perlu melihat dan mengevaluasi cara Anda menjalankan bisnis. Mungkin saja Anda tidak akan berhasil di tempat lain, walaupun kelihatannya rumput tetangga lebih hijau dari halaman rumah sendiri karena Anda melakukan hal yang salah.

Kenyataan yang tidak terelakkan adalah hanya persentasi kecil saja dari orang yang terlibat dalam MLM akan memperoleh kesuksesan besar. Akan tetapi ini bukanlah kesalahan mendasar dari MLM. Ini mencerminkan fakta di dunia nyata. 90% dari small bisnis akan gagal dalam 1 sampai 5 tahun dan pemiliknya kehilangan banyak sekali uang dibandingkan beberapa ratus dollar dari yang distributor MLM investasikan.

98% dari karyawan perusahaan tidak akan pernah mencapai eksekutif level. 95% dari pensiunan berusia 65 tahun di US kalau tidak meninggal ya bangkrut. Kenyataannya adalah, sangat sedikit orang yang berhasil dengan hasil yang luar biasa dalam setiap bisnis atau usaha apa pun. Sederhananya, kebanyakan orang tidak mau dan tidak akan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk berhasil.

MLM tidaklah berbeda dalam hal ini. Walaupun demikian, yang diperlukan untuk menduplikasi sukses adalah kesepakatan bersama untuk memulai. Sayangnya, kebanyakan orang terjun dalam MLM dengan anggapan bahwa ini adalah jalan mudah menjadi kaya.

MLM bukanlah cara cepat menjadi kaya. MLM membutuhkan kerja, waktu, dedikasi. Tetapi kebanyakan orang tidak menyadari hal tersebut, entah itu karena sponsornya memberikan ‘iklan’ yg menyesatkan tentang kaya cepat atau karena mereka memilih untuk mendengar cerita yang mudah. Orang seperti ini bergabung dan tidak melakukan apa pun, atau mencobanya tapi segera menyerah setelah beberapa bulan. Inilah penyebab terbesar dari setiap kegagalan dalam MLM.

Mungkin masalah terbesar dari MLM adalah terlalu mudahnya org untuk bergabung (cukup dengan ratusan ribu atau jutaan rupiah) jadi mudah pula bagi orang untuk drop out. Dengan hanya invest ratusan ribu rupiah, mudahlah bagi orang untuk berkata “Ah, saya sudah bicara dengan 4 orang dan tidak ada yang tertarik. Bisnis ini tidak jalan, wah saya sudah buang uang ratusan ribu” Atau lebih parah lagi : “MLM adalah bisnis amoral dan tipuan”.

Anda harus memperlakukan bisnis MLM Anda seolah-olah ini adalah bisnis real Anda. Bisnis di mana Anda sudah menginvestasikan banyak uang dan tabungan Anda. Jika Anda sudah menginvestasikan puluhan atau ratusan juta ke dalam bisnis Anda, apakahAnda akan membiarkan 4 orang yang berkata tidak kepada Anda, menyebabkan Anda menyerah ? Tentu saja tidak. Anda harus keluar dan terus bekerja sampai Anda membuatnya bekerja, karena sudah terlanjur menginvestasikan banyak uang ke dalamnya. Anda tidak bisa menyerah begitu saja. Itulah yang membuat MLM bekerja untuk Anda. Dedikasi untuk terus bekerja sampai MLM Anda benar benar bekerja.

Jika Anda bekerja dengan konsisten dan efektif, dan membangun bisnis Anda lebih cepat dari orang yang drop out, group Anda akan secara konsisten tumbuh. Dan jika Anda mengajarkan downline Anda cara yang benar untuk bekerja konsisten, efektif, danmengajarkan mereka untuk menduplikasi dan melipatgandakan usaha Anda, Anda akan melihat pertumbuhan yang konsisten. Mungkin akan lebih lama dari yang Anda inginkan (tidak semua dalam hidup ini sesuai dengan keinginan Anda), tapi selama Anda terus bekerja, income Anda akan tumbuh ke level yang Anda inginkan. Tetaplah bayar harganya dan suatu saat Anda akan melihat keuntungannya.

Itulah sebenarnya masalahnya. Kebanyakan orang tidak melakukannya. Kebanyakan orang yang terjun ke MLM hanya bersikap mencoba dan menyerah ketika beberapa orang berkata “tidak” dan kemudian mengomel bahwa MLM tidak jalan. Hanya orang yang sudah berkomitmen untuk bekerja dan melakukan apa yang diperlukan untuk berhasil, akan muncul ke atas dan berhasil.

Bagaimana anda mengidentifikasi perusahaan MLM yang baik ?

Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah :

1. Produk yang bagusApakah ini sesuatu yang banyak orang akan membeli ? Apakah produk memenuhi kebutuhan yang nyata ? Apakah harganya kompetitif dan Anda bisa mendapatkan keuntungan dg menjualnya

Yang lebih penting lagi adalah “saya tidak hanya membeli barangnya hanya karena bagus tapi juga karena potensinya”

2. Perusahaan yang stabil dan kuat secara finansialAnda tentunya tidak ingin tim yang sudah Anda bentuk jadi tidak berguna karena perusahaannya bermasalah.

Berapa lama perusahaan ini sudah beroperasi ? Bagaimana kondisi finansialnya. Pengalaman dan reputasi tim manajemennya.

3. Support perusahaan yang bagus.Apakah ada materi training, pelatihan, dan semacamnya ?

4. Support dari uplineBagaimana support dari sponsor Anda. Bagaimana tingkat kesuksesan Anda. Tanya pula uplinenya. Jika mereka belum memperoleh kesuksesan, mereka tidak bisa mengajarkan Anda cara mencapai sukses, dan tentunya Anda tidak mau menemukan system untuk sukses dari nol.

Hal-hal yang harus dihindari :

1. Penumpukan barang di gudang.Jika sponsor Anda mencoba untuk ‘memaksa’ Anda untuk membeli ratusan ribu atau jutaan rupiah untuk memenuhi gudang Anda, segeralah lari

2. Klaim cepat menjadi kaya tanpa kerja dan lain-lain

Itu semua adalah petunjuk secara garis besar. Penentu terbesar tentunya adalah ANDA sendiri. ANDA lah yang menentukan apakah akan bekerja atau tidak. ANDA lah yang perlu tetap termotivasi dan terus terlibat walaupun medan bisnis menjadi sulit. Jika ANDA tidak antusias tentang perusahaan, produk, dan juga kesempatan yang diberikannya, mungkin anda tidak akan bertahan cukup lama untuk berhasil. Tapi jika Anda antusias dengan perusahaan, opportunity yang ada, tim Anda (dan bukan hanya excitement “saya akan menjadi kaya”), Anda akan bertahan sampai di tahap kesuksesan.

== Kesimpulan ==

1. MLM atau network marketing adalah bentuk bisnis yang berbeda dibanding bisnis biasa. Kenali dan pelajarilah model bisnis MLM tersebut.

2. Secara prinsip, MLM tidaklah jelek atau baik, yang membedakan adalah bagaimana bisnis ini dijalankan oleh perusahaan, system operasional, dan distributor-distributornya

3. MLM bukanlah cara cepat menjadi kaya. Seperti halnya bisnis yang lain, MLM memerlukan pendidikan khusus, skill, dana, usaha, waktu, dan konsistensi serta komitment pelakunya.

4. MLM didesain untuk menciptakan entrepreneur atau pengusaha-pengusaha perorangan. Untuk berhasil, milikilah mental, ilmu, modal, dan determinasi seorang pengusaha.

5. Di antara faktor-faktor penentu sukses Anda dalam bisnis MLM, faktor terpenting adalah Anda, bukan perusahaan, bukan upline, bukan kompensation plan.

 

Bisakah Kaya Dengan Bisnis Internet



Satu pertanyaan yang cukup menarik, dan banyak dipikirkan oleh para peminat bisnis online. Yaitu Bisakah bisnis online membuat kita kaya?
Jawabannya…. tentu saja bisa.

Lalu apa syaratnya? apa buktinya?

Anda mungkin sudah pernah mendengar tentang pemilik amazon.com, ebay.com, yahoo.com, google.com dan situs besar lainnya. Mereka adalah orang-orang yang sudah amat kaya melalui bisnis online atau bisnis internet.

Ahh.. mereka kan bisa begitu karena punya modal besar!

Jika anda berpikir seperti itu, mungkin anda benar.

Tapi anda juga harus tahu bahwa banyak juga yang bisa kaya dengan bisnis internet tanpa modal besar.

Saya sudah sering membaca di berbagai artikel dan forum-forum online. Baik yang lokal maupun global. Dari situ saya ketahui bahwa sudah banyak sekali orang yang berpenghasilan ratusan dan bahkan ribuan dollar perbulan dari bisnis internet tanpa modal besar. Itu terjadi tidak hanya di eropa dan amerika sana, tapi juga terjadi pada orang-orang Asia Tenggara seperti Singapura, Brunai, Malaysia, Philipina bahkan Indonesia tercinta.

Bisnis internet apa sih yang bisa dijalankan dengan modal kecil?

Cukup banyak kok! diantaranya yang saya ketahui adalah:

- Bisnis Affiliate Marketing
Disini anda mendapatkan komisi dengan menjualkan produk orang lain. Persentase komisi yang diberikan beragam. Mulai dari 10% hingga 60% dari harga produk. komisi besar biasanya terjadi pada produk-produk non fisik seperti ebook atau software.

- Bisnis Reseller
Ini sama seperti bisnis affiliate, hanya saja untuk join, anda harus membeli produk mereka terlebih dahulu.

- Jual Produk Informasi
Jika anda punya keahlian atau pengetahuan yang banyak diminati orang, anda bisa menuangkannya kedalam sebuah buku, lalu menjualnya dalam bentuk ebook. Bisnis seperti ini cukup trend untuk saat ini.

- Google Adsense
Nah.. yang satu ini cukup booming pada saat ini. Program Google AdSense memungkinkan anda memperoleh penghasilan besar hanya dengan modal website, tanpa harus punya produk untuk dijual dan tanpa harus punya keahlian menulis.

Lalu Bagaimana Caranya Agar Bisa Kaya dengan Bisnis-bisnis diatas?
Minimal anda harus:

1. Memperlakukan bisnis online anda seperti layaknya bisnis besar.
Anda harus membuat rencana kerja yang matang. seperti perencanaan waktu dan perencanaan tentang apa saja yang akan anda kerjakan.

2. Harus disiplin
Anda harus disiplin mengikuti perencanaan yang sudah anda buat. Tidak ada orang yang akan mengatur anda seperti layaknya bekerja pada orang lain, jadi anda sendirilah yang harus TEGAS dalam mengatur diri anda.

3. Fokus
Anda harus fokus dalam menjalankan bisnis. Selesaikan dulu satu program/perencanaan sebelum mengerjakan program lainnya. Jika anda seperti katak yang suka loncat sana loncat sini, maka anda akan kesulitan untuk bisa sukses dalam bisnis online.

4. Komitmen dan Sabar
Tidak ada usaha halal yang bisa membuat anda kaya dalam semalam atau dalam hitungan hari. Jangan putus asa jika setelah menjalankan usaha anda selama berbukan-bulan namun belum memperoleh hasil yang memuaskan. Teruslah berusaha dan selalu tingkatkan kemampuan anda. Jika anda sabar dan komitmen, anda akan menikmati kesuksesan anda.

5. Jujur dan Bersih dalam berusaha
Ini sangat penting. Jika anda ingin usaha anda berjalan dan sukses untuk masa yang panjang, anda harus menjaga reputasi anda dengan cara berbisnis yang jujur dan bersih. Sekali anda berbuat jahat, maka orang tidak akan mempercayai anda lagi, dan ini akan menghancurkan usaha anda. Bisnis internet adalah bisnis yang sangat membutuhkan kepercayaan dari prospek anda.

Silahkan anda coba jalankan petunjuk-petunjuk diatas, dan anda akan menikmati hasilnya.

 

Apa itu Pemasaran Internet?


Oleh: Bob Julius Onggo

Ya Anda harus tahu tentang konsep dan ruang lingkup dari Pemasaran Internet. Kebanyakan dari perusahaan mengira bahwa situs web adalah segalanya dalam dunia pemasaran di internet, padahal situs web hanyalah bagian kecil dari pemasaran di dunia maya.

Banyak perusahaan termasuk di Indonesia sebenarnya mampu dan memiliki budget untuk melakukan itu, namun sayang sekali mereka tidak kompeten untuk melakukan itu, namun mereka berupaya menjangkau dunia online HANYA dengan metode pemasaran tradisional.

Selain itu situs web BUKANLAH segalanya dalam Pemasaran Internet, itu hanyalah bagian terkecil dari PI.

Menurut Lennart Svanberg, Presiden dari World Association of Internet Marketers, semakin banyak perusahaan akan ‘go internet’, dan tidak akan ada perusahaan yg tidak ‘go internet’ bila mereka tidak ingin punah (walau ini bukan jaminan kalau mereka tidak mengetahui kekuatan dari strategi pemasaran di dunia online).

Pertimbangkan konsep pemasaran tradisional yaitu, Market Segmentation. Segmentasi Pasar …suatu metode untuk mengenali sekelompok konsumen, di dalam suatu pasar yang lebih luas, yang memiliki karakteristik dan kebutuhan yang mirip.

Nah, sekarang dengan meledaknya pertumbuhan internet, Dunia adalah dan bisa menjadi pasar kita yaitu, sekelompok konsumen yg dapat dijumpai secara online.

Untuk dapat mengidentifikasi segmen pasar yg baru ini mengharuskan Anda mengenali dan mengimplementasi berbagai macam strategi dan teknik baru sebagai tambahan dari strategi pemasaran konvensional.

Apa itu Pemasaran Internet (PI)? Bagaimana ini sebenarnya berbeda dengan konsep pemasaran tradisional?

Beberapa di antaranya mencakup perencanaan strategi, analisa situasi, analisa kastemer, pengembangan pasar dan produk, positioning, juga 5P yg berbeda, penetapan harga, distribusi produk dan promosi online.

Akan tetapi memang, banyak dari prinsip, teknik, dan taktik dari PI berakar dari strategi pemasaran tradisional namun dengan implementasi yg berbeda.

Jadi agar promosi dan bisnis internet Anda berhasil, Anda harus mengenal konsep strategi pemasaran konvensional, JANGAN seperti para pelaku bisnis internet kebanyakan dari mereka adalah orang TI yg tidak paham sekali akan konsep pemasaran tradisional sehingga itu juga menyulut keambrukan dari kebanyakan bisnis dotcom murni.

Di samping itu bertambahnya dimensi baru ini yang telah menyatu ke dalam khususnya landscape bisnis internet, itu adalah pemasaran pesan-pesan iklan melalui media promosi Internet jenis classified, promosi berbasis testimonial di situs Web, pemasaran melalui situs pencari, pemasaran dan pembelian berbasis pay per click, viral marketing, affiliate marketing, URL marketing, email marketing, online press releases.

Banyak ‘khan ruang lingkupnya!!!

Dengan demikian, seharusnya PI harus dimasukkan ke dalam bagian dari Marketing Mix dari setiap perusahaan. Atau intinya Pemasaran Internet didefinisikan sebagai …kombinasi dari prinsip pemasaran tradisional dan metode pemasaran interaktif yang diterapkan untuk memenuhi kebutuhan dari kastemer.com.

Karena itu para professional pemasaran tradisional perlu mendapatkan pelatihan tambahan untuk bisa memenuhi dan mengerti kebutuhan dari kastemer.com untuk menjadi e-marketer yang cakap. BUKAN karena mereka orang TI, otomatis mereka bisa berbisnis di Internet.

Sumber informasi dan edukasi saat ini dalam bidang pemasaran Internet di Indonesia, Anda bisa menjumpainya di http://www.bjoconsulting.com yg spesialisasi di dunia pemasaran elektronik, internet dan mobile.

Karena itu disarankan agar perusahaan-perusahaan di Indonesia juga harus menekankan dunia pemasaran yg satu ini, paling tidak idealnya, harus ada staf pemasaran yg didedikasikan khusus untuk konsumen online walaupun mereka pun harus disinergikan antara off dan online.

Juga harus dibedakan bahwa PI itu harus dilakuan oleh orang-orang marketing yg mengerti pemasaran tradisional juga, jadi bukan dilakukan oleh orang-orang dari departemen TI yg tidak mengerti dunia pemasaran secara umum.

Paling tidak orang TI adalah tenaga operasionalnya dan orang marketing adalah komando strategi pemasarannya.

Jadi para e-Marketer harus mengomandani para pakar teknologi dan grafis, karena mereka tidak tahu menahu bahkan konsep pemasaran tradisional apalagi prinsip pemasaran online yg terkandung di dalamnya, karena mereka hanya melihat dari sisi teknologi saja bukan pada sisi bagaimana menggunakan teknologi untuk bisnis dan pemasaran serta promosi untuk memenuhi kebutuhan dari kastemer.com dan menghasilkan keuntungan.

Karena itu sudah saatnya tim marketing Anda mengetahui dan belajar banyak tentang Pemasaran Internet ini untuk dijadikan satu dengan seluruh Marketing Mix perusahaan di mana Anda bekerja.



 

FOKUS - Faktor Utama dan Terpenting untuk Sukses di Bisnis Internet


Oleh: Taufan Sempana

Anda mungkin akhir-akhir ini sering dibikin SHOCK dengan banyaknya berita tentang runtuhnya bisnis dotcom di tengah berkembangnya teknologi internet. Apalagi media masa menyorotnya seolah-olah masa depan internet bisnis tidak cerah lagi.

Jika anda mengikuti berita tentang internet, saat ini ada puluhan juta website yang meramaikan dunia internet, tetapi TIDAK LEBIH dari 5% dari seluruh website tersebut yang MAMPU memperoleh keuntungan dari internet bisnisnya.

Berita baiknya, di dalam 5% yang sukses tersebut ternyata kebanyakan adalah justru internet bisnis perorangan, SOHO (Small Office/Home Office), dan sejenisnya.

Ada SATU faktor PALING UTAMA dan TERPENTING untuk sukses di internet bisnis, tetapi faktor ini justru diabaikan oleh pebisnis besar yang akhirnya mengakibatkan runtuhnya bisnis dotcom mereka. Di lain pihak, satu faktor inilah yang menjadikan internet bisnis perorangan/SOHO sukses masuk di dalam 5% tersebut.

Dan tanpa bermaksud menyombongkan diri, internet bisnis kami, yang akan diceritakan sebentar lagi, telah berhasil berada di dalam kelompok 5% di atas.

Jadi, apakah SATU FAKTOR PALING UTAMA dan TERPENTING itu ?

Hanya 2 kata saja jawabannya, yaitu … NICHE MARKET!

Anda tentunya pernah mendengar kata ini, tetapi mungkin belum menyadari betapa powerfulnya efek yang dihasilkan dari penerapan kata-kata tersebut, karena saya telah merasakannya, dan ingin berbagi dengan anda melalui tulisan ini.

Niche pada pokoknya adalah sebuah kelompok orang/pasar dengan area of interest yang sempit/khusus di tengah pasar yang lebih besar.

Secara mudahnya, niche marketing adalah lawan dari mass marketing. Mass marketing berusaha mencapai seluruh target pasar yang sangat besar tanpa memilih sebuah target khusus. Kegagalan bisnis dotcom biasanya disebabkan oleh ambisinya untuk menyediakan segala sesuatu untuk semua orang.

Sedangkan niche marketing memfokuskan pada produk yang KHUSUS dan TERFOKUS untuk target pasar yang SANGAT SPESIFIK..

Contoh yang nyata dan terdekat adalah internet bisnis saya di www.balitacerdas.com yang menyediakan informasi tentang perkembangan anak usia di bawah 3 tahun (batita) dalam bentuk buku elektronik (ebook) yang berjudul 3 Tahun Pertama yang Menentukan.

Jika anda mengunjungi website www.balitacerdas.com tersebut, anda akan tahu bahwa informasi yang ada adalah sangat spesifik dan terfokus HANYA untuk orang tua yang mempunyai anak batita, dan khusus tentang PERKEMBANGAN anak batita, tanpa membahas masalah penyakit/kesehatannya.

Hasilnya…, website tersebut telah berhasil menjadi mesin pencetak uang saya di internet !

Seperti itulah contoh niche market.

Jika anda pernah mengikuti kursus melalui email eBook Magic! di www.bukuelektronik.com , ada sebuah contoh cerita tentang produk untuk niche market di dalam seorang pegawai perusahaan jual/beli mobil bekas yang tidak disadari oleh orang tersebut.

Contoh ilustrasinya, jika anda adalah seekor ikan kecil di kolam yang besar, hampir pasti anda akan dimakan oleh ikan yang lebih besar. Tetapi, jika anda adalah seekor ikan besar di kolam kecil, hidup anda akan jauh lebih nyaman, tanpa takut ada ikan yang lebih besar di kolam tersebut.

Jadi, untuk sukses di internet bisnis, pikirkanlah tentang niche market. Pikirkanlah untuk menjadi ikan besar di dalam kolam kecil.

Anda bisa mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana cara menemukan niche market di dalam diri anda di website www.bukuelektronik.com .



 

Akselerasi dan Kekuatan Sukses Bisnis di Internet


by Indratno Widiarto

Saya merasa benar-benar memahami makna akselerasi kurang lebih 2 tahun lalu, ketika saya mulai menekuni olah raga beladiri karate, dan saat keponakan saya terpilih mengikuti proyek percobaan kelas akselerasi saat masuk Sekolah Menengah Pertama.

Akselerasi adalah soal percepatan. Teorinya, semakin cepat, semakin besar kekuatan yang terbentuk. Dalam beladiri, kekuatan pukulan anda, misalnya, akan sangat dipengaruhi oleh seberapa cepat tangan anda bergerak. Analoginya sama persis dengan kekuatan benturan benda berkecepatan rendah dibanding dengan benda berkecepatan tinggi.

Akselerasi adalah juga soal mental training untuk 'go beyond the normal'. Anda tentu pernah mendengar dan membaca soal 'accelerated learning'. Menyerap lebih banyak. Melakukan lebih cepat.


Anthony Robbin mengatakan, dengan akselerasi dan mental training (lebih tepatnya NLP, NeuroLinguisticProgramming), dirinya mampu meraih peringkat sabuk hitam dalam olah raga beladiri kurang dari 2 tahun. Sebuah percepatan 2 kali lipat dari rata-rata orang.

Lantas, apa hubungan antara akselerasi dan kekuatan sukses bisnis di internet? Internet sendiri adalah buah dari akselerasi teknologi informasi. Bahkan saat ini para pakar sepakat menghitung umur internet 10 kali lipat umur biasa. 1 tahun internet sama dengan 10 tahun umur biasa. Anda bisa bayangkan seperti ini. Tahun saat ditemukannya World Wide Web (WWW), 1993, jumlah webpage kurang dari 50.000 halaman. Saat sekarang ini, hanya dalam waktu 13 tahun, terdapat ratusan juta halaman web. Lebih dari 10.000 kali lipat.

Dengan akselerasi, anda pun tidak perlu khawatir soal pijakan awal anda memulai bisnis di internet. Apakah anda sudah sangat paham soal seluk beluk internet marketing atau tidak. Tingkat akselerasi anda akan sangat mempengaruhi kekuatan atau tingkat sukses anda. Brad Callen, seorang pakar SEO mengatakan, "Anda perlu gagal lebih cepat kalau ingin sukses lebih cepat". Benar, tingkat kegagalan pun perlu anda percepat. Sederhana saja. Ambil contoh soal 'bermain-main' dengan Google Adwords. Berapa banyak anda patok untuk anggaran harian maksimal? Rp. 25.000?, Rp. 50.000?, Rp. 250.000? atau Rp. 500.000? Berapa lama kemudian anda ingin menghabiskan satu juta rupiah anda yang pertama dengan Adwords? Untuk kemudian mengetahui bahwa anda melakukan kesalahan? 2 hari atau 2 minggu? 2 hari tentu percepatan yang luar biasa (ingat umur internet) untuk melakukan perbaikan dibanding dengan 2 minggu, bukan?

Selamat melakukan percepatan.


 

4 Alasan Gagal Dalam Berbisnis dan 3 Cara Menghindarinya

by Indratno Widiarto

Kevin Wilke, pakar internet dari NitroMarketing mengungkapkan 4 hal yang membuat orang gagal dalam berbisnis.

Alasan #1:
Tidak benar-benar tahu apa yang ingin diperoleh dan diperbuat.
Solusi: Pelajari dengan lebih mendalam segala hal tentang penentuan tujuan atau goal setting.

Alasan #2:
Kurangnya pengetahuan, atau lebih seringnya, terlalu banyaknya pengetahuan, sehingga 'lumpuh' saat hendak melakukan analisa.
Solusi: Hentikan rasa ingin tahu terlalu banyak. Putuskan dengan teguh hal yang ingin dilakukan dan lakukan dengan sepenuh hati. Lakukan evaluasi dan perbaikan setelahnya.

Alasan #3:
Takut gagal. Percaya akan kurangnya kesempatan, kurangnya kemampuan.
Solusi: Lakukan cara #1 di bawah.

Alasan #4:
Takut sukses. Takut uang akan membuat diri berubah.
Solusi: Lakukan cara #2, dan cara #3 di bawah.

Cara #1:
Idea Generator. Kembangkan perilaku sebagai orang dengan penuh ide. Kalau ide anda soal bisnis, pikirkan seolah hidup mati anda tergantung pada ide tersebut. Kalau anda punya selusin ide, anda memiliki pilihan lain untuk 'hidup mati' anda.

Saat anda berpikir tentang satu ide bisnis, tuliskan. Pikirkan bagaimana anda akan menjalani bisnis tersebut. Bagaimana anda mendatangkan (calon) pelanggan. Bagaimana bisnis tersebut akan dikembangkan.

Awalnya mungkin agak susah. Lama kelamaan anda akan melihat betapa banyaknya kesempatan yang sebetulnya dapat anda raih. Akan dengan mudah bagi anda untuk memiliki ide-ide baru.

Cara #2:
Ciptakan gaya hidup masa depan anda. Simulasikan seandainya penghasilan anda 2 kali lipat, 3 kali lipat atau bahkan 10 kali lipat. Apa yang akan anda lakukan dengan kelebihan penghasilan dibandingkan dengan penghasilan saat sekarang.

Cara #3:
Saya berharga karena...
Tuliskan di atas kertas, hal-hal positif seperti berikut:
Saya sangat piawai dalam hal ....
Saya sangat bahagia karena saya ...
Saat ini saya terlihat ... dan ingin melihatnya seperti itu.

Anda juga bisa meminta bantuan orang-orang terdekat anda untuk membantu melihat hal-hal positif tentang anda. Sekali lagi, jangan lupa untuk menuliskannya di atas kertas. Setelah semuanya selesai. Baca tulisan tersebut secara rutin. Anda akan merasa takjub betapa hebatnya anda sebenarnya.


 

Mengapa Bebas Secara Finansial?


oleh Dadang Wibawa

Banyak orang mengira dengan memperoleh penghasilan yang tinggi, mendapat warisan milyaran rupiah, mendapat lotere, dsb adalah bebas secara finansial yang dimaksud.

Meski tidak sepenuhnya salah, argumen itu pun tidak sepenuhnya benar. Sebab bebas secara finansial tidak ditentukan oleh besaran penghasilan yang anda dapatkan. Akan tetapi bagaimana kita mengatur besaran pengeluaran tidak melebihi besaran penghasilan. Memang tentu saja untuk mencapai tingkat bebas secara finansial kedua variabel tersebut haruslah terpenuhi. Sebab bagaimana mungkin mengatur variabel pengeluaran supaya lebih kecil kalau variabel penghasilannya adalah nol. Kecuali jika anda memutuskan untuk jadi petapa dan hidup di hutan misalnya.

Jadi langkah awal untuk bebas secara finansial adalah mempunyai penghasilan. Setelah itu barulah kita mengatur besaran pengeluaran untuk disesuaikan dengan besaran penghasilan. Pada dasarnya selama kita bisa menempatkan besaran pengeluaran lebih kecil dari pengeluaran maka saat itu pula kita sudah bebas secara finansial, berapapun angkanya. Pepatah kuno mengatakan “sedikit harus mencukupi, banyak harus bersisa”.

Dengan mengubah paradigma tersebut maka sesungguhnya pencapaian bebas secara finansial tidak selalu harus dicapai dengan mempunyai penghasilan setinggi langit. Karena justru akibat salah paradigma inilah banyak orang yang dalam rangka mengejar kebebasan secara finansial, alih-alih mencapai tujuannya malah terjebak dalam lingkaran setan menjadi budak finansial.

Sekarang bayangkan, orang bekerja dengan tujuan untuk mendapatkan penghasilan dan mencapai kebebasan finansialnya. Karena situasi ekonomi, faktor inflasi, moneter dan sebagainya orang dituntut untuk bekerja semakin keras. Sebab meskipun secara nominal gaji seorang pegawai naik dari tahun ke tahun, sesungguhnya nilai daya belinya hampir paralel dengan kenaikan harga-harga barang. Kecuali tentu saja jika mendapat promosi istimewa. Dan patut diingat pula semakin tinggi jabatan sesorang maka semakin banyak waktu yang harus diabdikan untuk pekerjaannya. Akibatnya adalah semakin berkurang pula waktu yang dimilikinya untuk dinikmati bersama keluarga dan lingkungannya. Sesuatu yang sebenarnya adalah tujuan utama seseorang untuk mencapai kebebasan secara finansial.

Tapi jangan pula dikira seseorang dengan penghasilan tinggi atau memiliki beberapa pabrik sekalipun sudah bebas secara finansial. Ketika keinginan untuk menumpuk uang sebanyak mungkin masih membebani pikirannya, membuatnya bekerja gila-gilaan dan tidak punya waktu luang baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya, sebenarnya dia belum bebas secara finansial. Mungkin ilustrasi yang paling tepat untuk menggambarkan ini adalah Paman Gober dalam kartun Disney. Ironis memang, banyak uang berlimpah tapi hatinya merasa miskin, bahkan untuk belanja keperluannya sekalipun secara layak.

Jadi sekali lagi, harus diingat untuk bebas secara finansial tidak harus dicapai dengan penghasilan tinggi dan juga tidak dengan cara menjadi pelit terhadap diri sendiri. Sebab selama kita bisa mengatur besaran pengeluaran dibawah penghasilan, jangan ragu untuk memanjakan diri dan keluarga untuk belanja sesuatu yang kita inginkan. Termasuk berekreasi tentunya.

Karenanya, kini orang makin sadar untuk tidak menghabiskan waktu untuk bekerja keras seumur hidup, jauh dari keluarga dan lingkungan, untuk akhirnya ditendang ketika usia sudah tidak produktif lagi. Paradigma yang kini dipakai orang bukan lagi Work Hard, tapi Work Smart! Menciptakan penghasilan pasif (passive income) adalah salah satunya. Sebab dengan mempunyai penghasilan pasif maka kita relatif mempunyai waktu lebih untuk digunakan bersama keluarga dan membuat diri kita semakin bermanfaat bagi lingkungan. Tidak peduli berapa besar penghasilan itu, akan jauh lebih berarti jika dibandingkan dengan penghasilan tinggi yang harus ditukar dengan hilangnya waktu kita bersama keluarga.

Jadi kini pilihan ada di tangan anda. Mau bekerja keras seumur hidup atau mulai memikirkan untuk mencari alternatif lain, untuk bisa bebas secara finansial.

This page is powered by Blogger. Isn't yours?